Ancaman Kurang Sinar Matahari: Sering Mengantuk di Siang Hari Bisa Jadi Tanda Tubuh Kekurangan Vitamin D

Mengantuk seharian tapi sulit tidur malam? Fenomena tired but wired bisa terjadi karena jam biologis kacau. Ini cara melatihnya kembali.(dok. freepik)

TITIKWARTA.COM - Rasa kantuk yang menyerang secara hebat pada siang hari kerap dianggap sekadar akibat dari kurang tidur malam atau efek setelah menyantap makan siang. Namun, para ahli kesehatan mengingatkan bahwa rasa kantuk berlebih dan tubuh lemas yang berkepanjangan bisa menjadi sinyal utama bahwa tubuh sedang mengalami defisiensi atau kekurangan Vitamin D.

 

Fenomena ini makin marak dialami oleh masyarakat urban yang menghabiskan sebagian besar waktunya beraktivitas di dalam ruangan (indoor). Kurangnya paparan sinar matahari pagi—sebagai sumber alami utama pembentukan Vitamin D—membuat tubuh gagal memenuhi kebutuhan nutrisi esensial tersebut.

 

Vitamin D tidak hanya berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi, tetapi juga memegang peranan krusial dalam mengatur irama sirkadian (jam biologis tubuh) serta produksi energi seluler.

 

Ketika kadar Vitamin D di dalam darah berada di bawah batas optimal, fungsi metabolisme tubuh dan pengaturan hormon melatonin dapat terganggu. Hal inilah yang memicu timbulnya rasa lelah kronis, letih, hingga rasa kantuk berat di tengah jam kerja produktif.

 

Pakar gizi klinis dan kesehatan masyarakat, Dr. Rita Ramayulis, M.Gizi, menjelaskan bahwa keluhan mengantuk di siang hari tidak boleh dipandang sebelah mata karena dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan kualitas hidup.

 

"Banyak orang tidak menyadari bahwa rasa lelah dan kantuk yang tidak wajar di siang hari adalah cara tubuh memberi tahu bahwa kita kekurangan Vitamin D. Nutrisi ini sangat vital untuk mengoptimalkan penyerapan kalsium dan merangsang pembentukan energi pada tingkat sel," terang Dr. Rita Ramayulis dalam keterangannya hari ini.

 

Selain sering mengantuk, gejala kekurangan Vitamin D lainnya yang kerap menyertai meliputi perubahan suasana hati (mood swings), nyeri otot dan tulang, serta daya tahan tubuh yang menurun sehingga mudah terserang penyakit.

 

Guna mengatasi masalah ini, masyarakat dianjurkan untuk rutin berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10 hingga 15 menit, mengonsumsi makanan kaya Vitamin D seperti ikan berlemak, telur, dan susu, serta melakukan pemeriksaan kadar mikro nutrisi secara berkala. Dr. Rita Ramayulis mengingatkan pentingnya perubahan gaya hidup. "Luangkan waktu untuk mendapatkan paparan sinar matahari secara teratur dan penuhi asupan nutrisi seimbang, agar kebugaran tubuh serta fokus mental tetap terjaga sepanjang hari," pungkasnya.(yal/tw)