Borneo FC Incar Rekor Sejarah, Nabil Husien: Lima Laga Sisa Adalah Final!

Presiden klub Borneo FC Samarinda, Nabil Husien Said Amin Al-Rasyidi saat mengunjungi Polresta Samarinda pada Senin sore (27/4/2026) menanggapi konsistensi Borneo FC dalam menghadapi laga selanjutnya.(Pandawa Borniat)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Kepercayaan diri tinggi tengah menyelimuti kubu Borneo FC Samarinda setelah kemenangan telak 3-0 atas Semen Padang di Stadion Segiri baru-baru ini. Kemenangan tersebut bukan sekadar tambahan tiga poin, melainkan sinyal kuat bahwa skuad "Pesut Etam" siap bertarung habis-habisan demi mengamankan posisi puncak klasemen BRI Liga 1 musim 2025-2026.

 

Presiden Klub Borneo FC, Nabil Husien Said Amin Al-Rasyidi, menegaskan bahwa timnya kini berada dalam mode tempur penuh. Menghadapi lima pertandingan tersisa, ia menginstruksikan seluruh jajaran tim untuk tidak kehilangan fokus. Baginya, konsistensi di fase akhir kompetisi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi jika ingin menjaga asa juara.

 

Saat ditemui di sela kunjungannya ke Polresta Samarinda pada Senin sore, 27 April 2026, Nabil memberikan gambaran mengenai mentalitas yang harus diusung para pemain. Ia menekankan bahwa setiap menit di lapangan akan menentukan nasib tim di akhir musim nanti. Strategi maksimal pun telah disiapkan untuk menyapu bersih poin yang tersedia.

 

"Lima pertandingan lagi kita akan maksimalkan. Dan 90 menit itu setiap pertandingan adalah final. Jangan sampai kita sia-siakan peluang yang ada," tegas Nabil Husien di hadapan awak media mengenai komitmen timnya di sisa musim ini.

 

Lebih dari sekadar mengejar trofi, Nabil membawa misi besar untuk mengharumkan nama Pulau Kalimantan di kancah sepak bola nasional. Ia berambisi menjadikan Borneo FC sebagai representasi kekuatan sepak bola luar Pulau Jawa yang mampu memecahkan rekor dan mencatatkan prestasi monumental yang akan dikenang sepanjang sejarah.

 

"Mudah-mudahan ya, Borneo mampu memecahkan rekor atau menjadi satu prestasi buat perwakilan dari Pulau Kalimantan ini," ungkapnya dengan nada optimis. Ambisi ini dirasa realistis mengingat posisi Borneo FC yang kini menempel ketat Persib Bandung di papan atas klasemen.

 

Mengenai apresiasi terhadap performa individu pemain, terutama mereka yang berpeluang menyabet gelar pencetak gol terbanyak, Nabil memiliki cara pandang yang unik. Alih-alih menjanjikan materi secara gamblang, ia justru mengedepankan dukungan spiritual sebagai fondasi motivasi bagi para penggawa Pesut Etam.

 

"Hadiah saya luar biasa, doa. Ya, itu dari doa itu ada banyak unsurnya. Dari doa dulu kan," tutur Nabil sembari tersenyum, menyiratkan bahwa kesejahteraan pemain tetap menjadi perhatian utama manajemen lewat cara-cara yang bermakna.

 

Secara statistik, performa Borneo FC memang sedang menanjak. Berdasarkan data pertandingan terakhir pada Sabtu, 25 April 2026, tim ini mencatatkan penguasaan bola hingga 59 persen dan mengoleksi 66 poin. Jumlah poin ini identik dengan koleksi poin Persib Bandung, sehingga persaingan perebutan gelar juara diprediksi akan berlangsung sengit hingga pekan terakhir.

 

Ujian terdekat bagi ambisi besar ini akan tersaji saat Borneo FC melakoni laga tandang ke markas Persik Kediri. Laga tersebut akan menjadi pembuktian awal dari janji "tiap laga adalah final" yang digaungkan sang Presiden Klub demi membawa pulang kejayaan ke Samarinda.(tw/yal)