Catatan Harian Arga, Hanya Manusia Biasa (S2-E5)
Season 2 - Episode 5
Oleh : Sen
HIDUP SEWAAN : Orderan Bangkai Tikus
Siang itu Arga sedang menunggu order di bawah pohon.
Panas.
Sepi.
Saldo juga ikut sepi.
TING!
Order masuk.
Arga langsung berangkat.
---
Lokasi jemput ternyata sebuah kontrakan.
Seorang perempuan muda sudah menunggu di depan pagar.
“Mas Arga?”
“Iya, Mbak.”
“Makasih sudah datang.”
Arga melihat sekeliling.
“Yang naik siapa, Mbak?”
Perempuan itu malah menunjuk ke dalam rumah.
“Mas... boleh minta tolong?”
Arga mulai curiga.
“Pertolongan apa?”
“Ada tikus mati.”
Arga diam.
“Terus?”
“Enggak ada orang.”
Arga melihat dirinya sendiri.
“Terus saya?”
“Minta tolong buangin.”
Arga tertawa kecil.
“Waduh, Mbak. Saya ini driver.”
“Saya tahu.”
“Bukan petugas pembasmi tikus.”
“Saya juga tahu.”
“Terus kenapa saya?”
Perempuan itu menunjuk ke dalam.
“Saya takut.”
Arga menghela napas.
“Di mana?”
“Dapur.”
---
Arga masuk.
Pelan-pelan.
Mbak itu berdiri jauh di belakang.
“Di situ, Mas!”
“Mana?”
“Dekat ember!”
Arga melihat.
Seekor tikus tergeletak.
Arga langsung mundur.
“Wah.”
“Kenapa, Mas?”
“Dia lumayan besar.”
“Makanya saya takut.”
Arga mengambil kardus bekas.
Mencari sapu.
Kemudian berhenti.
“Pakai apa ngambilnya?”
Mbak itu memberikan serokan.
“Ini.”
Arga menatap serokan.
“Ini kuat?”
“Enggak tahu.”
“Kenapa enggak tahu?”
“Belum pernah buat tikus.”
“Bagus.”
---
Akhirnya Arga memberanikan diri.
Tikus diserok.
Masuk kardus.
Kardus ditutup.
Arga membawanya keluar rumah.
Mbak itu mengikuti dari jauh.
“Buang di mana, Mas?”
“Tempat sampah?”
“Iya.”
Arga berjalan ke tempat sampah depan gang.
Selesai.
Ia kembali.
Mbak itu memberikan uang tambahan.
“Ini buat Mas.”
Arga melihatnya.
“Wah, enggak usah, Mbak.”
“Buat terima kasih.”
Arga akhirnya menerima.
“Terima kasih.”
Kemudian ia bertanya,
“Terus order ojolnya?”
Mbak itu tertawa.
“Batal.”
Arga terdiam.
“Jadi saya datang ke sini...”
“Iya.”
“...cuma buat buang tikus?”
Mbak itu mengangguk.
Arga menatap jalan.
“Karier saya makin berkembang.”
---
Arga kembali ke motornya.
Belum sempat memakai helm...
TING!
Order baru masuk.
Ia membuka aplikasi.
Penumpang laki-laki.
Lokasi jemput tidak jauh.
Arga tersenyum.
“Semoga kali ini benar-benar antar orang.”
---
Sore hari Arga pulang ke kos.
Ia menceritakan kejadian tadi kepada Bayu.
Bayu tertawa sampai hampir tersedak.
“Lu dibayar buat buang tikus?”
“Dikasih tip.”
“Berapa?”
Arga menyebutkan jumlahnya.
Bayu langsung berhenti tertawa.
“Lumayan.”
Arga menatapnya.
“Lu ini kalau dengar nominal langsung lupa moral.”
Bayu mengangkat bahu.
“Yang penting tikusnya juga sudah lupa moral.”
Arga melempar bantal.
---
Malamnya Arga membuka laptop.
Satu lamaran kerja lagi dikirim.
Belum ada jawaban.
Ia kemudian melihat saldo hari itu.
Tidak banyak.
Tapi ada tambahan tip.
Arga tersenyum.
Ternyata pekerjaan ojol memang tidak pernah bisa ditebak.
Kadang mengantar manusia.
Kadang mengantar barang.
Kadang...
mengurus bangkai tikus orang lain.
Arga merebahkan badan.
“Besok jangan ada lagi.”
Ia diam sebentar.
“Kalau ada tip, pikir-pikir.”
— Bersambung —
