Dinas Pertanian PPU Adakan Vaksinasi PMK

TITIKWARTA.COM - PENAJAM - Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, menjelaskan bahwa program vaksinasi ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah sukses menjangkau sekitar 2.000 ekor sapi di Kecamatan Babulu.

 

“Pada tahap kedua ini, vaksinasi akan lebih difokuskan pada sapi potong dan sapi eksotis yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap PMK,” ungkap Ristu, Selasa (25/03/25).

 

Ia menambahkan, walaupun prioritas vaksinasi diberikan untuk sapi, pihaknya juga membuka kemungkinan untuk memperluas cakupan vaksinasi ke hewan ternak lain, seperti kambing, jika diperlukan.

 

Vaksinasi ini tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya menangkap sapi liar yang dibiarkan berkeliaran oleh pemiliknya.

 

“Beberapa peternak belum sepenuhnya memahami pentingnya vaksinasi, sehingga ada tantangan dalam menjangkau ternak yang dilepasliarkan. Namun, kami akan tetap berusaha memastikan vaksinasi berjalan optimal,” katanya.

 

Berdasarkan data dari BPS, populasi sapi di PPU saat ini mencapai sekitar 8.000 ekor. Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus PMK di daerah tersebut, langkah vaksinasi tetap dilakukan guna mencegah potensi penyebaran penyakit.

 

Proses vaksinasi dilakukan dalam dua tahap dalam setahun, dengan jeda tiga bulan antara penyuntikan pertama dan kedua. Setelah itu, vaksinasi ulang akan diberikan untuk menjaga daya tahan ternak terhadap PMK.

 

“Kami berharap program ini dapat mencegah wabah PMK di PPU dan memberikan kepastian bagi peternak agar usahanya tidak terganggu,” tutup Ristu. (adv/wan/yal)