Dispora Kaltim Fokus Bangun Kemandirian dan Jiwa Kepemimpinan Pemuda

Foto: Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma.(Yhon)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Timur (Dispora Kaltim) terus menggulirkan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang mandiri dan berdaya saing tinggi. Tahun ini, perhatian khusus diberikan pada penguatan organisasi kepemudaan serta pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda.

 

 

Kepala Dispora Kaltim, Agus Hari Kesuma, menegaskan bahwa kedua sektor ini menjadi tulang punggung pembinaan karakter dan kemampuan pemuda, terutama dalam merespons tantangan sosial dan ekonomi saat ini.

 

“Meski anggaran yang tersedia terbatas, kami tetap berkomitmen menjalankan program prioritas ini. Semangat kami tidak boleh surut hanya karena kendala teknis,” ujar Agus dalam keterangan resminya usai menyampaikan laporan kerja kepada Gubernur Kaltim di Samarinda, awal pekan ini.

 

Menurutnya, pemuda harus diposisikan sebagai motor penggerak pembangunan, bukan sekadar pelengkap. Karena itu, program-program yang dijalankan tidak hanya menyasar peningkatan keterampilan personal, tetapi juga membuka akses ke dunia usaha serta memperluas ruang kolaborasi lintas sektor.

 

Agus menambahkan bahwa Dispora berupaya memastikan bahwa manfaat dari program ini menjangkau pemuda di berbagai pelosok Kalimantan Timur, termasuk daerah-daerah terpencil yang sering kali luput dari sentuhan pelatihan dan fasilitasi.

 

“Kita tidak ingin pembinaan berhenti di seremoni. Hasil konkret dan dampak langsung bagi pemuda adalah tujuan utama kami. Mereka harus dibentuk menjadi individu yang tangguh, berkarakter, dan siap terjun langsung ke tengah masyarakat,” tegasnya.

 

Untuk memperkuat pelaksanaan program, Dispora Kaltim juga membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota, komunitas pemuda, dan pelaku usaha. Kolaborasi lintas sektor ini dianggap penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan pemuda secara menyeluruh.

 

Dengan konsistensi dalam pelaksanaan program dan pendekatan yang adaptif, Agus meyakini bahwa pemuda Kaltim akan tumbuh menjadi aktor utama dalam pembangunan daerah. 

 

“Sudah saatnya mereka naik panggung sebagai pelaku, bukan sekadar penonton dalam pembangunan,” tutupnya.(adv/DisporaKaltim/yhon/wan)