Kenali 5 Efek Setelah Donor Darah Pada Tubuh Dan Langkah Tepat Untuk Mengatasinya
Ilustrasi. Ada efek setelah donor darah yang dirasakan oleh tubuh, tetapi tak perlu khawatir karena gejalanya ringan dan mudah diatasi. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
TITIKWARTA.COM - Menjadi pendonor darah adalah aksi kemanusiaan yang mulia karena satu kantong darah yang disumbangkan dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa. Kendati memberikan manfaat yang luar biasa bagi penerima dan kesehatan jantung pendonor, proses pengambilan darah setara satu kantong (sekitar 350-450 ml) ini secara alami akan menimbulkan beberapa reaksi fisik pada tubuh sesaat setelah tindakan selesai dilakukan.
Untuk mengedukasi masyarakat agar tidak cemas, pakar kesehatan merilis panduan medis pada Selasa, 9 Juni 2026, mengenai apa saja yang terjadi pada tubuh pasca-donor darah. Efek samping yang paling sering dikeluhkan oleh para pendonor adalah rasa pusing, melayang, atau bahkan pingsan. Hal ini terjadi karena tubuh mengalami penurunan volume darah secara mendadak, yang menyebabkan penurunan tekanan darah sementara ke area otak.
"Pusing adalah efek samping yang paling umum terjadi karena tubuh Anda sedang menyesuaikan diri dengan hilangnya volume darah," ujar dokter spesialis yang memberikan panduan medis tersebut saat menjelaskan reaksi fisiologis tubuh pendonor.
Guna mengatasi efek pusing ini, pendonor sangat disarankan untuk tidak langsung berdiri setelah jarum dicabut. Petugas medis biasanya meminta pendonor untuk tetap berbaring atau duduk santai selama 10 hingga 15 menit. Mengonsumsi camilan manis dan meminum air putih yang disediakan di lokasi donor juga sangat membantu mengembalikan kadar gula darah dan volume cairan tubuh secara cepat.
Selain pusing, efek samping kedua yang sering muncul adalah memar atau rasa nyeri di area bekas suntikan jarum. Memar ini terjadi akibat adanya sedikit darah yang merembes keluar dari pembuluh vena ke jaringan kulit di sekitarnya saat jarum diangkat. Untuk meredakannya, pendonor cukup mengompres area memar tersebut menggunakan es batu yang dibalut kain selama beberapa menit dalam 24 jam pertama.
Efek ketiga dan keempat yang tidak kalah sering dirasakan adalah rasa lemas yang disertai rasa haus yang intens. Tubuh memerlukan energi ekstra untuk mulai memproduksi sel-sel darah baru guna menggantikan yang hilang. Pakar kesehatan menegaskan bahwa hidrasi adalah kunci utama dalam fase pemulihan ini agar tubuh dapat kembali bugar dengan cepat.
"Pastikan Anda minum setidaknya empat gelas air ekstra dalam 24 jam ke depan untuk menggantikan cairan yang hilang," tambah sang dokter dalam kutipan edukasi medisnya, menekankan pentingnya asupan cairan pasca-donor.
Terakhir, efek kelima yang perlu diwaspadai adalah risiko pendarahan ringan yang berlanjut pada bekas luka tusukan jarum. Jika hal ini terjadi, solusinya sangat sederhana: berikan tekanan ringan pada bekas luka menggunakan kain kasa bersih dan angkat lengan Anda ke atas selama beberapa menit. Melalui pemahaman terhadap lima efek samping ini beserta cara mitigasinya, masyarakat diharapkan tidak perlu takut lagi untuk rutin mendonorkan darah demi kemanusiaan.(yal/tw)
