Kesehatan Mental Anak Muda Makin Disadari, Tapi Masih Sering Disembunyikan

TITIKWARTA.COM - Kesadaran tentang kesehatan mental di kalangan anak muda memang meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Istilah seperti anxiety, burnout, dan overthinking kini semakin sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Namun, di balik keterbukaan itu, banyak yang masih memilih diam ketika benar-benar mengalami.

 

Data World Health Organization menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 7 remaja di dunia mengalami gangguan mental. Sementara itu, di Indonesia, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Riskesdas mencatat peningkatan gangguan emosional, terutama pada usia produktif.

 

Tekanan akademik, tuntutan sosial, hingga ekspektasi dari lingkungan menjadi faktor utama. Belum lagi peran media sosial yang tanpa sadar menciptakan standar hidup yang sulit dicapai, membuat banyak orang merasa tertinggal.

 

Ironisnya, di tengah banyaknya pembahasan, stigma masih ada. Tidak sedikit yang takut dianggap lemah, berlebihan, atau “cari perhatian”.

 

Banyak yang akhirnya memilih menahan sendiri, berharap kondisi akan membaik seiring waktu. Padahal, tanpa penanganan yang tepat, masalah mental bisa berkembang menjadi lebih serius.

 

Dukungan dari lingkungan terdekat menjadi faktor penting. Namun, tidak semua orang memiliki akses pada ruang aman untuk bercerita.

 

Di sisi lain, layanan kesehatan mental juga belum merata dan masih dianggap mahal oleh sebagian masyarakat.

 

Masalahnya bukan karena tidak peduli. Tapi karena masih banyak yang belum merasa aman untuk jujur. (sen/tw)