Keterbukaan Informasi Publik Dibayangi Ancaman Kebocoran Data

BERKEMBANG: Meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan data dan informasi memunculkan ide terselenggaranya sosialisasi sistem manajemen keamanan informasi oleh Diskominfo Kaltim.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim menggelar sosialisasi sistem manajemen keamanan informasi, Kamis (10/7). Kegiatan tersebut terlaksana di ruang WIEK Diskominfo Kaltim, Samarinda.

 

Kegiatan tersebut menjadi cara untuk meningkatkan kualitas pengamanan informasi dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Sebab, ancaman siber dan risiko kebocoran data saat ini bisa berdampak kepada stabilitas organisasi, hingga menunjukkan kepercayaan publik.

 

Manggala Informatika Ahli Muda Noor Fitriantono menegaskan bahwa seiring pesatnya penggunaan teknologi informasi dalam pelayanan publik dan administrasi pemerintahan, keamanan informasi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. "Bocornya data, gangguan sistem, atau penyalahgunaan informasi dapat berdampak buruk terhadap kepercayaan publik dan integritas lembaga," ungkap Anton.

 

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya upaya peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh pegawai terhadap pengelolaan keamanan informasi. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi seperti ini.

 

Menurut Anton, tujuan utama kegiatan ini adalah mendorong budaya kerja yang peduli terhadap keamanan informasi di seluruh perangkat daerah lingkungan Pemprov Kaltim. Mengingat keterbatasan tempat, sosialisasi ini dilaksanakan secara hybrid, menggabungkan metode daring dan luring.

 

Kegiatan diikuti 100 orang terdiri dari pengelola TIK perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltim.

 

Hadir sebagai narasumber, Dwi Kardono, Sandiman Ahli Madya Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Badan Siber dan Sandi Negara. (adv/diskominfokaltim/Prb/ty/wan)