Khairiah Maknai Hari Kartini, Bangun Pendidikan di Perbatasan Samarinda dan Kukar
Foto : Khairiah, Guru SDN 007 Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Sungai Kunjang.
TITILWARTA.COM - SAMARINDA - Hari besar yang diperingati setiap 21 April ini memiliki makna tersendiri bagi mereka dalam memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan.
Guru SDN 007 Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Sungai Kunjang, Khairiah juga memiliki pandangan khusus tentang hari Kartini masa kini.
Bagi mereka hari Kartini bukan sekadar perayaan biasa namun memiliki sejumlah makna. Menurutnya, perayaan hari kartini merupakan simbol perjuangan seorang perempuan dalam memposisikan dirinya setara dengan kaum laki-laki.
Terutama dalam pendidikan tanpa melupakan kodratnya sebagai perempuan.
“Perayaan hari Kartini bagi saya mengandung makna perjuangan, pendidikan, dan kesetaraan kaum perempuan,” tuturnya.
Momen perayaan kartini hari ini mengingatkan kita sebagai kaum perempuan bahwa kita memiliki hak-hak yang harus diperjuangkan tanpa melupakan kodratnya. Perjuangan untuk memperoleh hak yang setara dengan kaum laki-laki terutama dalam bidang pendidikan,” imbuhnya.
Sosok hairiah juga merupakan salah satu berperan penting dalam memajukan pendidikan di Kaltim khusus nya wilayah Kota Samarinda. Bagaimana tidak, dirinya mengabdikan sebagian hidupnya untuk memimpin TK Jam'iyyahtul Muta'alim. Sejak tahun 1986 hingga sekarang. "Saya mengabdikan separuh hidup saya sebagai tenaga pendidik. Kalau dibilang saya juga perintis pendidikan yang ada di kampung Loa Kumbar pelosok Kota Samarinda," ungkapnya.
Khairiah menambahkan, untuk tugas utamanya tetap mengajar sebagai guru di SDN 007 Kelurahan Teluk Lerong. "Kerjaan utama saya tetap ada di SDN 007 dengan Kepala Sekolah nya Bu Sunarti. Tapi saya juga aktif membantu perkembangan TK Jam'iyyahtul Muta'alim. Karena pemikiran dan ide saya masih dibutuhkan untuk membangun sekolah tersebut," paparnya.
Pihaknya berharap, dalam momen peringatan kartini ini banyak generasi - generasi wanita yang diharapkan aktif untuk membangun pendidikan. Tidak usah muluk- muluk jadi kadis hingga menteri. Tapi lewat mengajar sudah membangun pendidikan anak - anak masa depan agar lebih cerah dan cerdas.(tw/yal)
