Mitos atau Fakta: Benarkah Konsumsi Air Es Berdampak Buruk bagi Pencernaan?
ilustrasi minum air dingin.(canva.com) Sumber: https://health.kompas.com/read/26D20190000068/apakah-sering-minum-air-es-ganggu-pencernaan-ini-penjelasan-dokter. Membership: https://kmp.im/plus6 Download aplikasi: https://kmp.im/app6
TITIKWARTA.COM - Kebiasaan mengonsumsi air es atau air dingin sering kali memicu kekhawatiran di tengah masyarakat terkait dampaknya terhadap kesehatan perut. Banyak yang beranggapan bahwa suhu dingin dapat membekukan lemak atau menghambat proses pencernaan secara signifikan. Namun, tinjauan medis terbaru mencoba meluruskan persepsi tersebut dengan menjelaskan bagaimana sebenarnya tubuh bereaksi terhadap perubahan suhu cairan yang masuk ke dalam sistem metabolisme.
Pada Jumat, 24 April 2026, sejumlah praktisi kesehatan memberikan klarifikasi bahwa pada dasarnya tubuh manusia memiliki mekanisme regulasi suhu yang sangat canggih. Saat air es diminum, suhu cairan tersebut akan segera disesuaikan oleh tubuh hingga mencapai suhu internal yang stabil sebelum diproses lebih lanjut di lambung. Oleh karena itu, bagi orang yang sehat, minum air dingin tidak secara langsung menyebabkan gangguan pencernaan yang serius seperti yang sering dikhawatirkan.
Seorang spesialis penyakit dalam, Dr. Andi Pratama, menjelaskan bahwa fokus utama dalam menjaga kesehatan pencernaan sebenarnya bukan pada suhu air, melainkan pada kebersihan dan kandungan cairan tersebut. Meski air es bisa memicu kekakuan otot sementara bagi penderita kondisi medis tertentu seperti akalasia, bagi masyarakat umum, konsumsi air dingin justru sering kali membantu meningkatkan hidrasi, terutama saat cuaca panas.
"Secara medis, sering minum air es tidak akan mengganggu pencernaan karena tubuh akan otomatis menetralkan suhunya. Yang jauh lebih penting adalah memastikan asupan cairan harian tetap terpenuhi, terlepas dari suhunya, untuk menjaga kinerja organ tubuh tetap optimal," tegas Dr. Andi Pratama dalam keterangannya mengenai gaya hidup sehat.
Kesimpulannya, pemilihan antara air hangat atau air es kembali pada kenyamanan dan preferensi masing-masing individu. Selama tidak ada keluhan medis yang menyertai, air es tetap menjadi pilihan yang aman untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Masyarakat diimbau untuk tidak mudah cemas terhadap mitos kesehatan dan lebih fokus pada pola makan seimbang serta hidrasi yang cukup untuk mendukung kesehatan pencernaan jangka panjang.(yal/tw)
