Produk Media Massa Bisa Jadi Arsip
BERAGAM: Produk atau konten dari media massa atau sosial bisa dikategorikan sebagai arsip bila berkaitan dengan rekaman sebuah peristiwa tertentu.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA Dengan mempertimbangkan nilai berita, berbagai peristiwa dan kejadian selalu terabadikan dengan baik oleh media sosial dan insan pers. Karena itu, secara tidak langsung, media massa dan media sosial punya andil dalam aktivitas pengarsipan. Pemberitaan itu bahkan kelak bisa jadi bukti kuat atau arsip vital yang sewaktu-waktu bisa digunakan sebagai rujukan.
Fajar selaku salah satu pemerhati sejarah Kaltim melihat, ada banyak sifat data yang ditampilkan oleh media. Meski yang ditampilkan tidak secara menyeluruh, data tersebut ada yang bisa diarsipkan. “Ada yang sifatnya itu data, ada yang informasi, tapi ada yang sifatnya telaah. Jadi tentunya ‘mengapa’ dan ‘bagaimana’ itu kan berbeda,” jelas Fajar.
Ada kecenderungan bahwa media memproduksi berita berdasarkan sudut pandang tertentu. Sehingga ada sudut pandang lain yang luput luput alias tak tersampaikan. “Semisal, aktivitas Wakil Presiden kan ada di media. Tapi tujuan dari aktivitas itu kan enggak ada, padahal bisa dituliskan,” tambahnya.
Meski begitu, setiap apapun yang ditulis oleh media sosial dan pers akan jadi arsip penting. Terutama menjadi rekam jejak bahwa peristiwa itu pernah ada dan pernah terjadi. Sudah divalidasi lewat aktivitas pers yang diatur dalam kode etik jurnalistik. “Data jadi menarik kalau diinterpretasi,” pungkasnya. (adv/hms/DPK)
