Rakor Gratispol Internet Desa, Diskominfostaper Paser Apresiasi Gerak Cepat Pemprov Kaltim

SIGAP: Rapat koordinasi antara Diskominfo Kaltim dan Diskominfostaper jadi langkah konkret mewujudkan internet desa gratis di sejumlah desa di Kabupaten Paser.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Transformasi digital dalam program Gratispol Internet Desa jadi salah satu prioritas yang dipacu untuk segera terwujud di Kaltim. Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemprov Kaltim melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim rutin menggelar rapat koordinasi bersama perangkat daerah tingkat kabupaten/kota.

 

Teranyar, mereka rapat dengan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfostaper) Paser. Pertemuan itu terlaksana di kantor Diskominfo Kaltim, Samarinda, Rabu (9/7).

 

Fokus utama pertemuan tersebut adalah pemetaan titik-titik strategis di Paser yang akan menjadi lokasi awal penyediaan layanan akses internet desa gratis. Terutama di area sekitar kantor desa sebagai pusat aktivitas pelayanan publik dan komunitas masyarakat.

 

“Program ini bukan hanya soal koneksi internet, juga upaya menghadirkan keadilan akses digital untuk seluruh masyarakat Kaltim, termasuk di desa-desa. Kami ingin memastikan bahwa pelaksanaan program selaras dengan kebutuhan dan kesiapan teknis daerah,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang TIK Diskominfo Kaltim Bambang Kukilo.

 

Kolaborasi lintasdaerah jadi kunci penting agar setiap langkah yang diambil tidak hanya bersifat administratif, tetapi berbasis pada data kebutuhan riil di lapangan, termasuk tantangan infrastruktur dan geografis.

 

Kepala Diskominfostaper Paser Arief Rahman menyampaikan bahwa Kabupaten Paser menyambut baik program ini dan telah mengidentifikasi beberapa desa prioritas yang membutuhkan layanan akses internet secara mendesak.

 

“Kami sangat mengapresiasi langkah cepat Pemprov Kaltim melalui Diskominfo untuk mendorong program Internet Desa ini. Ini akan sangat membantu mendukung pelayanan publik di desa, kegiatan ekonomi digital, hingga edukasi masyarakat,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi internal lintasperangkat daerah di Paser, terdapat sejumlah desa dengan blank spot coverage yang sangat potensial dijadikan lokasi implementasi. Saat ini baru 12 desa yang memiliki fasilitas internet publik gratis. Pada tahun ini akan bertambah 26 dari Pemkab Paser dan kemungkinan lima atau enam titik dari Pemprov Kaltim.

 

Dia memastikan seluruh desa di Paser sebenarnya sudah terhubung internet. Namun terkadang di satu desa hanya ada titik tertentu saja yang bisa dan belum merata. Adapun kendalanya yaitu karena wilayah Paser yang luas, ditambah rumah warga yang tidak berdekatan meskipun satu desa. Program internet di desa maupun fasilitas publik lainnya diharapkan bisa mempermudah masyarakat Paser menjangkau internet.

 

Rapat ini diharapkan melahirkan peta jalan (roadmap) teknis yang solid dan terintegrasi, mulai dari identifikasi lokasi, skema penyediaan infrastruktur, hingga mekanisme operasionalisasi dan pemeliharaan jaringan.

 

Lebih jauh, program Internet Desa sejalan dengan misi besar Kaltim untuk menciptakan konektivitas digital yang merata dan inklusif, khususnya di tengah dinamika pembangunan dan pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke wilayah Kalimantan. (adv/diskominfokaltim/sef/pt/wan)