Sekolah Kembali Gelar PTM, Kualitas Udara Jadi Penentu di Samarinda

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Sejumlah sekolah di Samarinda kembali melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai Senin (19/10/2026), setelah sebelumnya menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Kepala SMPN 22 Samarinda, Febiyanti Violeta, S.Pd., M.Pd., mengatakan sekolahnya akan kembali menggelar PTM Terbatas I pada tahap kedua penerapan PJJ. Kebijakan tersebut mengacu pada edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda tertanggal 16 Oktober 2026 tentang pedoman kebijakan penetapan PJJ, serta data kualitas udara terkini dari Puskesmas Segiri yang menunjukkan kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sedang.

 

"Sekolah telah menyosialisasikan mekanisme buka-tutup PTM dan PJJ kepada guru, siswa, serta orang tua" ujar Feby. 

 

"Pelaksanaan pembelajaran akan disesuaikan dengan kondisi udara dan pedoman yang ditetapkan pemerintah daerah", Sambungnya.

 

Menurutnya, pengalaman PTM pada tahap pertama September lalu menunjukkan adanya penurunan kehadiran siswa. Sekitar satu persen lebih siswa dilaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

 

Selain persoalan kesehatan, sekolah juga menghadapi tantangan dalam memulihkan motivasi dan kedisiplinan siswa, menyesuaikan strategi pembelajaran setelah PJJ, serta mengejar ketertinggalan materi tanpa membebani peserta didik secara berlebihan.

 

Feby menegaskan, pelaksanaan PTM selanjutnya tetap bergantung pada kondisi kualitas udara. Jika ISPU berada dalam kategori tidak sehat atau berbahaya, sekolah akan menerapkan PTM Terbatas II atau kembali melaksanakan PJJ. "Pada skema PTM Terbatas II, durasi pembelajaran direncanakan dikurangi menjadi 25 menit per jam pelajaran", terangnya.

 

Sementara itu, Kepala SMPN 37 Samarinda, Ari Arifin, S.Pd., menyampaikan bahwa sekolahnya juga dijadwalkan kembali melaksanakan PTM pada Senin (19/10/2026). Ia mengimbau siswa dan guru untuk menjaga kesehatan, menggunakan masker, memperbanyak minum air putih, mencuci tangan, serta membatasi aktivitas di luar kelas.

 

Ari menjelaskan kembalinya PTM di tengah kondisi udara yang dipengaruhi karhutla menjadi perhatian tersendiri bagi sekolah. "Selain memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, perlindungan kesehatan warga sekolah dan kesiapan beralih kembali ke PJJ menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kebijakan tersebut", Pungkasnya.(sen/tw)