Sering Diabaikan: 5 Permasalahan Kaki yang Paling Banyak Dialami Masyarakat Indonesia
Ilustrasi.(Pexels/Maksim Goncharenok)
TITIKWARTA.COM - Kaki merupakan fondasi utama tubuh yang menopang seluruh beban berat badan saat berdiri, berjalan, hingga beraktivitas seharian. Meski memegang peran yang sangat vital, kesehatan area kaki kerap kali diabaikan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia hingga timbul rasa nyeri hebat atau kelainan bentuk yang mengganggu mobilitas harian.
Kesadaran masyarakat untuk merawat kesehatan kaki tergolong masih rendah jika dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya. Padahal, gangguan pada struktur maupun kulit kaki yang dibiarkan tanpa penanganan medis dapat menjalar dan memicu masalah postur tubuh, nyeri lutut, hingga gangguan pada tulang belakang.
Salah satu kondisi yang paling sering ditemui adalah flat feet atau telapak kaki datar. Kondisi ini terjadi ketika lekukan alami (lengkung longitudinal) pada telapak kaki tidak terbentuk sempurna atau mendatar, sehingga seluruh permukaan kaki menempel langsung ke lantai saat menapak.
Selain telapak kaki datar, permasalahan umum lainnya yang menghantui masyarakat urban adalah plantar fasciitis atau peradangan pada jaringan tebal di telapak kaki. Rasa nyeri seperti ditusuk-tusuk di area tumit—terutama saat melangkah pertama kali di pagi hari—menjadi gejala khas dari gangguan yang dipicu oleh tekanan berlebih ini.
Pakar podiatri dan rehabilitasi medik, Dr. Aris Kurniawan, Sp.KFR, menekankan bahwa sebagian besar permasalahan kaki bersumber dari ketidaksesuaian alas kaki serta beban kerja fisik harian yang tidak diimbangi dengan perawatan yang tepat.
"Banyak orang menganggap nyeri kaki atau kelainan seperti flat feet dan bunion sebagai hal yang sepele. Padahal, ketika struktur penopang utama tubuh bermasalah, distribusi beban tubuh menjadi tidak merata. Ini bisa memicu komplikasi jangka panjang hingga ke persendian lutut dan pinggul," jelas Dr. Aris Kurniawan dalam keterangannya hari ini.
Tiga masalah kaki lainnya yang tak kalah sering melanda masyarakat adalah bunion (benjolan tulang di pangkal ibu jari kaki), kapalan (callus), serta infeksi jamur atau mata ikan akibat kondisi sepatu yang lembap. Penggunaan sepatu yang terlalu sempit atau hak tinggi dalam durasi lama menjadi salah satu pemicu utama makin parahnya kelainan bentuk kaki tersebut.
Guna mencegah memburuknya gangguan penopang tubuh ini, masyarakat dianjurkan untuk lebih cermat dalam memilih alas kaki yang memiliki penopang lengkung (arch support) yang memadai dan ukuran yang pas. Dr. Aris Kurniawan menyarankan agar pemeriksaan dini segera dilakukan jika rasa nyeri mulai membatasi aktivitas. "Investasi pada alas kaki yang ergonomis serta rutin melakukan peregangan otot kaki adalah langkah paling sederhana untuk menjaga mobilitas tubuh tetap optimal hingga usia tua," pungkasnya.(yal/tw)
