Transformasi Jalan Kesuma Bangsa: Menuju Samarinda yang Lebih Hijau dan Hidup di Malam Minggu
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Kota Samarinda kini memiliki wajah baru setiap akhir pekan. Terhitung mulai Sabtu malam ini, Jalan Kesuma Bangsa resmi bertransformasi menjadi kawasan bebas kendaraan bermotor atau Car Free Night (CFN). Kebijakan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Perhubungan ini bertujuan untuk menghidupkan ruang publik bagi pejalan kaki, sekaligus menekan angka polusi udara dan ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi yang kian meningkat.
Langkah ini diambil bukan tanpa pertimbangan matang. Penutupan ruas jalan strategis ini dirancang untuk memberikan ruang bernapas bagi kota yang semakin padat, sekaligus memberi panggung bagi ratusan pelaku UMKM lokal untuk menjajakan produk mereka. Dengan sterilisasi kendaraan bermotor mulai pukul 19.30 hingga 23.00 WITA, masyarakat kini dapat menikmati suasana malam minggu dengan lebih aman dan nyaman tanpa gangguan kebisingan knalpot maupun risiko kecelakaan lalu lintas di area tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mengedukasi warga mengenai pentingnya gaya hidup ramah lingkungan. Menurutnya, CFN bukan sekadar ajang hiburan, melainkan langkah konkret untuk mereduksi emisi karbon di pusat kota secara berkala. Ia juga menekankan bahwa penataan parkir telah disiapkan dengan matang di kantong-kantong resmi seperti GOR Segiri agar tidak menimbulkan simpul kemacetan baru.
"Kegiatan Car Free Night ini adalah upaya kami untuk menekan konsumsi BBM subsidi dan mengurangi emisi gas buang dari kendaraan. Kami ingin masyarakat terbiasa menikmati ruang kota dengan berjalan kaki dalam suasana yang lebih sehat," ujar Hotmarulitua Manalu saat memberikan keterangan resmi di lokasi peresmian.
Di sisi lain, kebijakan ini disambut baik oleh para penggerak ekonomi kreatif. Kehadiran sekitar 270 lapak UMKM di sepanjang jalan tersebut diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kerakyatan secara signifikan. Ketua Forum UMKM Samarinda, Andi Wijaya, menyatakan bahwa integrasi antara ruang publik bebas kendaraan dengan pusat kuliner dan kerajinan adalah kombinasi yang sangat dibutuhkan oleh para pengusaha lokal pascapandemi untuk memperluas jangkauan pasar mereka.
"Ini adalah peluang emas bagi kawan-kawan pelaku usaha. Dengan adanya ribuan orang yang berjalan kaki di sini tanpa hambatan kendaraan, interaksi jual-beli pasti akan meningkat drastis. Kami sangat mengapresiasi ruang yang diberikan pemerintah ini," ungkap Andi Wijaya dengan nada optimistis.
Melalui peresmian ini, Jalan Kesuma Bangsa kini tak lagi sekadar jalur lalu lintas yang padat, melainkan telah menjadi simbol baru bagi semangat kolaborasi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi di Kota Tepian. Warga diharapkan dapat mematuhi aturan pengalihan arus lalu lintas yang telah ditetapkan demi kelancaran agenda mingguan yang baru lahir ini.(tw/yal)
