Ancaman Kesehatan di Ruangan Ber-AC: Penyebab Sering Sakit dan Cara Mengatasinya

ilustrasi AC(magnific)

TITIKWARTA.COM - Berada di dalam ruangan berpendingin udara (air conditioner/AC) memang memberikan kenyamanan dari sengatan cuaca panas di luar gedung. Namun, tak sedikit orang yang mengeluhkan gangguan kesehatan—seperti sakit kepala, tenggorokan kering, bersin-bersin, hingga tubuh terasa lemas—setelah berjam-jam berada di ruangan ber-AC.

 

Fenomena yang kerap dialami oleh para pekerja kantoran dan masyarakat urban ini bukan sekadar perasaan semata. Paparan udara dingin dan kering dari sistem pendingin ruangan secara terus-menerus terbukti dapat memengaruhi fungsi fisiologis tubuh, terutama sistem pernapasan dan imunitas.

 

Penyebab utama dari timbulnya keluhan sakit di ruangan ber-AC terletak pada tingkat kelembapan udara yang sangat rendah. Udara dingin yang dihembuskan AC cenderung menyerap kelembapan alami di dalam ruangan, sehingga menyebabkan membran mukosa di dalam hidung dan tenggorokan menjadi kering.

 

Padahal, lapisan mukosa yang lembap bertindak sebagai benteng pertahanan utama tubuh untuk menangkap bakteri dan virus. Ketika lapisan pertahanan ini mengering dan retak, patogen berbahaya akan lebih mudah masuk dan menginfeksi saluran pernapasan.

 

Pakar spesialis paru dan kesehatan lingkungan, Dr. Hendra Pratama, Sp.P, menjelaskan bahwa sirkulasi udara yang tertutup di ruangan ber-AC juga menjadi faktor krusial yang mempercepat penyebaran penyakit.

 

"Ruangan ber-AC umumnya memiliki sirkulasi udara tertutup tanpa pertukaran udara segar dari luar. Jika ada satu orang yang sedang flu atau batuk di dalam ruangan tersebut, patogen akan terus berputar di udara dan terhirup oleh orang lain. Ditambah lagi dengan penyaring (filter) AC yang jarang dibersihkan, debu dan jamur akan ikut tersebar," terang Dr. Hendra Pratama dalam keterangannya hari ini.

 

Selain masalah sirkulasi dan kelembapan, perubahan suhu mendadak dari area luar yang panas ke ruangan yang sangat dingin juga memicu stres pada sistem saraf otonom. Hal ini mengakibatkan pembuluh darah menyempit secara tiba-tiba, yang sering kali memicu rasa pusing atau nyeri otot pada sebagian orang.

 

Guna mengantisipasi dampak buruk penggunaan AC terhadap tubuh, masyarakat dianjurkan untuk rutin menjaga kecukupan cairan dengan minum air putih serta menggunakan penambah kelembapan udara (humidifier). Dr. Hendra Pratama juga mengingatkan pentingnya pemeliharaan unit AC secara berkala. "Pastikan filter AC dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan kuman dan debu. Jangan lupa untuk menyempatkan diri keluar ruangan secara berkala agar tubuh mendapatkan udara segar dan sinar matahari yang cukup," pungkasnya.(yal/tw)