Bejalar Pojok Kependudukan Bersama SMP 35 Samarinda
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Sekolah Menengah Pertama (SMP) 35 Samarinda menjadi rujukan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, untuk mensinergikan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK).
Acara yang melibatkan kepala sekolah dan guru dari tujuh sekolah di Kecamatan Sangatta Utara, berlangsung selama dua hari di Hotel Aston Samarinda, mulai Senin (28/10/2024) hingga Selasa (29/10/2024). Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman pengelola SSK dalam menerapkan pendidikan kependudukan di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Salah satu upaya memperkaya pengalaman belajar siswa, program SSK menghadirkan inovasi berupa "Pojok Kependudukan." Kepala Bidang Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana DPPKB Kutim Khasanah, menjelaskan bahwa Pojok Kependudukan adalah ruang khusus di sekolah yang dirancang untuk memfasilitasi siswa dalam mempelajari berbagai isu tentang kependudukan dan keluarga berencana.
Kunjungan lapangan juga menjadi bagian dari Bimtek ini. Peserta diajak untuk belajar dari SMPN 35 Samarinda, salah satu sekolah yang telah sukses menerapkan SSK. Kegiatan ini memungkinkan para peserta untuk mempelajari langsung fasilitas dan metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah tersebut. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat mengadaptasi praktik-praktik baik tersebut di sekolah masing-masing sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu fokus utama dalam Bimtek ini adalah bagaimana guru dapat mengintegrasikan materi kependudukan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Harapannya, pengayaan materi kependudukan tidak hanya menambah pengetahuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting tentang perencanaan keluarga sejak dini.
Di akhir kegiatan Bimtek, peserta diharapkan mampu mengintegrasikan materi kependudukan ke dalam kurikulum sekolah. Dengan dukungan program SSK, diharapkan generasi muda Kutim memiliki wawasan yang lebih luas mengenai isu-isu kependudukan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan mereka di masa mendatang.
Program ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan Kota Samarinda, BKKBN Kalimantan Timur (Kaltim), dan Kepala SMPN 35 Samarinda, yang membagikan pengalaman serta panduan dalam pelaksanaan SSK. Dengan adanya program ini, Kutim diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menerapkan pendidikan kependudukan sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas. (adv/tw)
