Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjadi di Kaltim
BPBD Ingatkan Waspada Bencana
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Warga di kabupaten dan kota Provinsi Kalimantan Timur harus tetap waspada cuaca ekstrem.
Terlebih saat ini masih dalam momen liburan Idul Fitri juga arus balik mudik lebaran 2025.
Hal ini diutarakan oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto BMKG Samarinda, Riza Arian Noor pada Minggu (6/4/2025) di Samarinda, Kalimantan Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda memperkirakan, Kalimantan Timur berpeluang 80 persen sampai 90 persen terjadi hujan hingga 10 April 2025.
Kata Riza Arian Noor, persenan peluang hujan tersebut masuk kategori menengah antara 50 sampai 150 milimeter (mm).
Sehingga semua pihak diharapkan mewaspadai dampaknya seperti banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor hingga pohon tumbang.
"Karena potensi hujan deras disertai angin kencang dan kilat," kata Riza.
Pada prakiraan peluang curah hujan Dasarian I atau 1 sampai 10 April 2025, secara umum wilayah Kalimantan Timur diperkirakan hujan pada kategori menengah (50 - 150 mm) dengan peluang berkisar antara 80 persen sampai 90 persen.
Menurut Riza, sejumlah wilayah seperti Kabupaten Kutai Barat bagian utara dan Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan diperkirakan terjadi hujan dengan kategori tinggi di kisaran 150 sampai 300 mm.
"Peluang hujan kategori tinggi ini mencapai 70 persen," bebernya.
Kemudian pada prakiraan deterministik curah hujan Dasarian I April 2025 berdasarkan pemutakhiran data pada 27 Maret lalu.
Dia tambahkan, secara umum wilayah Kalimantan Timru diperkirakan terjadi curah hujan dengan kategori menengah antara 75 sampai 150 milimeter.
Kecuali sebagian kecil kawasan di Kabupaten Barat bagian utara dan Kabupaten Mahakam Ulu bagian selatan diperkirakan terjadi hujan dengan kategori tinggi antara 150 sampai 300 mm.
Sedangkan pada prakiraan deterministik sifat hujan Dasarian I April 2025, wilayah Kalimantan Timur umumnya diprakirakan memiliki sifat hujan kategori normal antara 85 sampai 115 persen hingga di atas normal antara 116 sampai 150 persen.
Kecuali pada sebagian kecil wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara bagian timur dan di Kota Bontang.
"Keduanya diprakirakan memiliki sifat hujan di kategori bawah normal antara 50 sampai 84 persen," pungkasnya.
Sebelumnya juga, untuk menghadapi cuaca ekstrem ini Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud telah menegaskan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan mitigasi dan memastikan kesiapsiagaan tim SAR gabungan di 10 kabupaten dan kota.
Apalagi memang sesuai laporan, wilayah Kalimantan Timur bagian utara masih berpotensi hujan dengan instensitas deras hingga April 2025 ini.
"Masyarakat juga harus waspada dengan memantau informasi cuaca terkini melalui BMKG," bebernya.
Menurut Rudy Mas'ud, terlebih bagi yang akan kembali dari tempat mudik pastikan melakukan perjalanan saat cuaca aman dan perhatikan kelayakan kendaraan.
"Selalu ikuti arahan petugas agar semua aman dan selamat," tutur Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud. (yal/wan)
Sumber : kaltim.tribunnews.com
