Jelang Ramadan, Stok Minyak Goreng Aman

Gelar Sidak Kebutuhan Pokok

PASTIKAN LAGI: Rombongan sidak dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kaltim bersama Komisi II DPRD Kaltim saat menyambangi salah satu pasar modern di Samarinda.

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA—Minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok yang keberadaannya harus tersedia di pasar. Terutama saat memasuki Ramadan dan Idulfitri. Karena itu, demi memastikan stoknya tersedia, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kaltim bersama Komisi II DPRD Kaltim menggelar inspeksi dadakan (sidak) ke pasar modern di Samarinda.

 

Beberapa pasar modern mereka sambangi. Seperti Lotte Mart, Indogrosir, dan sejumlah tempat usaha di Samarinda. Mewakili Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim Yadi Robian Noor, Fungsional Analisis Perdagangan Halasan Simorangkir mengatakan stok minyak goreng di Kaltim lebih dari 3.200 ton.

 

"Kebutuhan minyak goreng di Kaltim hanya 455 ton per bulannya, jadi kebutuhan stok minyak goreng itu cukup,"sebutnya saat dikonfirmasi, Selasa (22/3). Dirinya memastikan untuk ketersediaan minyak selama 75 hari masih cukup. Menurutnya kelangkaan yang sempat terjadi beberapa hari yang lalu, disimpulkan akibat panic buying masyarakat.

 

Disinggung mengenai operasi pasar dia menyebutkan akan dilaksanakan 27 Maret 2022 dan ini sudah ada pembelinya secara online. Menanggapi stok gula pasir Simorangkir menyatakan tidak mengetahui penyebab kosongnya stok gula pasir. Padahal menurutnya sejumlah distributor gula pasir memiliki stok yang cukup.

 

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono mengatakan dari hasil survei sidak dipastikan stok atau persediaan minyak hingga sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya aman. Hal itu dibuktikan dengan hasil pengamatan langsung di pusat grosir dan sejumlah tempat usaha milik warga.

 

"Dari hasil sidak kami hari ini, semua bahan pokok khususnya minyak goreng sebenarnya masih aman dan itu stoknya banyak. Hanya, harganya cukup tinggi karena mengikuti mekanisme pasar," terangnya. (adv/kominfo)