Listrik Sering Padam, Air Bersih Ikut Terganggu: Warga Samarinda Menanti Kepastian Layanan Dasar

TITIKWARTA.COM - Gangguan listrik bergilir di Samarinda masih menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan rumah tangga, tetapi juga pelaku UMKM, kegiatan pendidikan, hingga aktivitas ekonomi sehari-hari. Di sisi lain, gangguan pasokan air bersih turut menambah beban warga di sejumlah kawasan.

 

PLN Samarinda menyampaikan permohonan maaf atas pemadaman yang telah berlangsung sekitar empat bulan. Menurut penjelasan PLN, kondisi tersebut dipengaruhi gangguan dan pemeliharaan pada empat pembangkit, yakni PLTGU Senipah, PLTU Indo Eka, PLTU Asam-Asam, dan PLTU Graha Power Kaltim.

 

Sebagai langkah pemulihan, PLN menyiapkan tambahan kapasitas pembangkit sekitar 158 MW pada tahap pertama dan 120 MW pada tahap kedua. Tahap pertama ditargetkan beroperasi November 2026, sedangkan tahap kedua pada Desember 2026.

 

Persoalan ini juga mendapat perhatian DPRD Samarinda. DPRD meminta kepastian waktu pemulihan serta menilai kompensasi pemadaman perlu mempertimbangkan kerugian nyata yang dialami pelanggan. PLN menyatakan akan mengevaluasi kemungkinan kompensasi sesuai ketentuan tingkat mutu pelayanan, tetapi besaran dan waktunya belum dipastikan.

 

Listrik dan air bersih bukan sekadar fasilitas, melainkan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, warga membutuhkan pelayanan yang stabil, informasi gangguan yang terbuka, serta kepastian kapan kondisi kembali normal.

 

Menurut kamu, apa yang paling perlu dibenahi agar pelayanan listrik dan air bersih di Samarinda semakin baik?(sen/tw)

 

📌 Sumber: ANTARA Kaltim