Mengungkap Misteri Di Balik Letak Kancing Baju Pria Dan Wanita Yang Berbeda
Ilustrasi. Ada alasan dibalik letak kancing baju pria dan wanita yang berbeda. (iStockphoto/mapodile)
TITIKWARTA.COM - Pernahkah Anda memperhatikan kemeja di lemari pakaian Anda dengan saksama? Jika diamati, terdapat sebuah perbedaan kecil yang konsisten namun jarang disadari: kancing baju pria selalu dipasang di sisi kanan, sementara kancing baju wanita berada di sisi kiri. Perbedaan posisi yang tampak sepele ini ternyata bukan sekadar keputusan estetika mode modern, melainkan sebuah warisan tradisi yang menyimpan sejarah panjang selama berabad-abad.
Melalui ulasan mode sejarah yang dipublikasikan pada Jumat, 19 Juni 2026, terungkap bahwa perbedaan tata letak kancing ini berakar dari kebiasaan sosial dan fungsi praktis masyarakat Eropa pada abad ke-13. Pada masa itu, kancing merupakan barang mewah yang hanya mampu dibeli oleh kaum bangsawan kelas atas, dan cara berpakaian antara pria dan wanita kelas sosial tersebut sangat memengaruhi desain pakaian mereka.
"Bagi pria bangsawan, kancing di sebelah kanan adalah kebutuhan taktis karena berkaitan dengan senjata mereka," ujar Chloe Chapin, seorang sejarawan mode terkemuka yang meneliti evolusi pakaian Barat saat menjelaskan asal-usul desain pakaian pria.
Pada era abad pertengahan, pria sering kali harus membawa pedang yang disematkan di pinggang sebelah kiri. Dengan posisi kancing di sebelah kanan, pria dapat dengan mudah membuka kancing kemeja atau jubah mereka menggunakan tangan kiri tanpa menyangkut, sementara tangan kanan mereka tetap bebas dan sigap untuk menarik pedang dari sarungnya jika terjadi ancaman mendadak.
Sebaliknya, alasan di balik letak kancing baju wanita di sebelah kiri memiliki latar belakang sosial yang sama sekali berbeda. Wanita bangsawan pada abad ke-13 dan ke-14 tidak pernah mengenakan pakaian mereka sendiri secara mandiri. Mereka memiliki pelayan pribadi yang bertugas membantu mereka memakai gaun-gaun rumit dan berlapis-lapis setiap harinya.
"Wanita kaya pada masa itu tidak berpakaian sendiri, melainkan dipakaikan oleh pelayan mereka," kata Natalie Hicks, seorang kurator dan ahli tekstil kostum sejarah yang membedah kebiasaan berpakaian kaum elit masa lalu.
Karena mayoritas pelayan berpakaian menggunakan tangan kanan (dominan kanan), para penjahit jaman dahulu sengaja memasang kancing di sebelah kiri pakaian wanita. Posisi ini secara ergonomis sangat memudahkan pelayan yang berdiri di depan sang majikan untuk mengancingkan baju dengan lebih cepat dan efisien, seperti layaknya mengancingkan baju mereka sendiri.
Meskipun zaman telah berubah dan teknologi manufaktur pakaian massal mulai berkembang pesat selama Revolusi Industri, pola penempatan kancing ini tetap dipertahankan tanpa perubahan. Mengubah standarisasi yang sudah melekat selama ratusan tahun dianggap tidak efisien bagi industri tekstil yang sudah terbiasa dengan pola potong kain tradisional tersebut.
Kini, di era modern di mana wanita sudah berpakaian sendiri dan pria tidak lagi membawa pedang ke mana-mana, perbedaan letak kancing ini tetap bertahan kuat sebagai elemen desain global. Apa yang dulunya merupakan kebutuhan praktis perang dan simbol status sosial kaum elit, kini bertransformasi menjadi sebuah kode mode tak tertulis yang terus kita kenakan setiap hari tanpa disadari.(yal/tw)
