Pesta Gol yang Sunyi di Samarinda: Borneo FC Cukur Malut United 7-1, Namun Harus Relakan Trofi Juara
Foto: Mariano Peralta di laga terakhir Super League 2025/2026 melawan Malut United. (dok Borneo FC)
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Sinar lampu Stadion Segiri malam ini menyajikan drama sepak bola yang menguras emosi. Borneo FC Samarinda tampil begitu perkasa dengan membantai Malut United lewat skor telak 7-1 dalam laga pamungkas kompetisi. Sayangnya, gelombang gol yang bersarang di gawang lawan tidak cukup untuk membawa skuat Pesut Etam ke tangga juara, sebuah akhir cerita yang terasa getir bagi publik sepak bola Kalimantan Timur.
Pada Sabtu (23/5/2026), papan skor menunjukkan keunggulan mutlak bagi tuan rumah sejak babak pertama bergulir. Kombinasi serangan yang rapi dan penyelesaian akhir yang mematikan membuat Malut United tidak berdaya menahan gempuran demi gempuran. Namun, meski pesta gol tercipta di lapangan hijau, suasana di tribun penonton perlahan berubah senyap seiring dengan masuknya laporan hasil pertandingan dari stadion lain yang memupus harapan juara Borneo FC.
Kemenangan fantastis ini pada akhirnya terasa hambar karena di saat yang sama, rival terdekat mereka berhasil mengunci kemenangan tipis yang mengamankan posisi puncak klasemen. Jarak poin yang tidak lagi terkejar membuat raihan tiga angka fantastis Borneo FC di laga penutup ini hanya menempatkan mereka di posisi runner-up, sebuah pencapaian luar biasa namun menyisakan rasa penasaran yang mendalam.
Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, tidak bisa menyembunyikan rasa campur aduknya selepas peluit panjang dibunyikan. Di satu sisi ia sangat bangga dengan spartanitas yang ditunjukkan para pemain, namun di sisi lain ia mengakui ada rasa sesal karena momentum juara harus terlepas di detik-detik akhir kompetisi setelah perjuangan panjang sepanjang musim.
"Hasil 7-1 ini membuktikan kualitas dan mentalitas bertarung anak-anak yang luar biasa sampai menit akhir. Tapi sepak bola terkadang kejam, kemenangan besar hari ini tidak cukup membawa kami menjadi juara. Kami meminta maaf kepada suporter, dan hasil ini akan menjadi evaluasi terdalam kami untuk musim depan," tutur Dandri Dauri dengan nada lirih di lorong stadion.
Kini, riuh rendah kompetisi musim ini telah resmi berakhir. Bagi Borneo FC, skor telak 7-1 melawan Malut United akan tercatat sebagai salah satu performa terbaik mereka, sekaligus menjadi pengingat yang kuat bahwa dalam sepak bola, konsistensi di setiap pekan jauh lebih menentukan ketimbang ledakan performa di satu laga penutup.(yal/tw)
