Dobrak Cara Lama, Sani Bin Husain Luncurkan Aplikasi Digital dan Buku Kinerja saat Reses
Foto : Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Anggota Komisi II sekaligus Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda, Sani Bin Husain, membuat terobosan baru dalam metode penyerapan aspirasi masyarakat. Langkah itu ia kenalkan sejak dimulainya Penyerapan Aspirasi (Reses) Masa Persidangan II 2026 ini.

Sani mendobrak cara konvensional dengan meluncurkan aplikasi digital dan membagikan buku laporan kinerja. Langkah inovatif ini diambil untuk memastikan komunikasi antara wakil rakyat dan konstituennya berjalan tanpa sekat geografis maupun waktu.
Sani menjelaskan, aplikasi bernama "Sani Mendengar" tersebut kini sudah dapat diunduh secara bebas melalui platform Google Play Store. Melalui aplikasi ini, warga dapat melaporkan keluhan atau menyampaikan aspirasi kapan saja.
“Saya sendiri yang membuat aplikasi ‘Sani Mendengar’ ini. Warga bisa menyampaikan aspirasi apa pun di situ, 24 jam selama 7 hari. Sambil baring-baring di rumah bisa mengetik, yang penting punya ponsel,” ujar Sani saat diwawancarai pada Selasa (26/5/2026).
Menurut Sani, di era perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih, pola serap aspirasi tidak boleh mandek pada pertemuan fisik yang terjadwal beberapa kali dalam setahun. Ia berkomitmen untuk selalu terkoneksi dengan masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil).
"Dengan aplikasi ini, masyarakat di Dapil Samarinda Ulu bisa mengajukan aspirasinya secara cepat, mudah, dan praktis, kapan saja dan di mana saja,” tambahnya.
Tidak hanya menyediakan wadah untuk mendengar, politisi PKS tersebut juga menjunjung tinggi asas transparansi dan akuntabilitas publik. Sebagai bentuk pertanggungjawaban nyata, Sani meluncurkan buku berjudul "Sani Bersuara" yang memuat seluruh progres dan hasil kerjanya di parlemen. Buku tersebut dibagikan secara gratis kepada warga serta pimpinan DPRD Kota Samarinda.
Sani menceritakan bagaimana buku laporan tersebut menjadi bukti autentik atas kinerjanya sebagai wakil rakyat.
“Ada Sani Mendengar, ada Sani Bersuara. Jadi ini sekaligus bentuk laporan tertulis lagi. Sehingga semuanya tetap terpenuhi,” selorohnya.
Dari hasil penjaringan aspirasi yang dilakukan selama sepekan penuh, Sani memetakan dua persoalan utama yang paling dikeluhkan oleh masyarakat di Kecamatan Samarinda Ulu. Pertama soal infrasteuktur, di mana banyak warga yang menginginkan penyelesaian perbaikan jalan dan normalisasi drainase yang belum tuntas. Kemudian ada soal fasilitas dasar, keluhan terkait optimalisasi pelayanan instalasi air bersih.
Ia menegaskan, seluruh keluhan tersebut tidak akan sekadar menjadi catatan di atas kertas. Sani berkomitmen untuk mengawal ketat usulan warga agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Samarinda.
“Dua porsi besar ini akan saya tindaklanjuti, terutama disesuaikan dengan arah RPJMD Samarinda. Saya akan perjuangkan semua aspirasi masyarakat demi kesejahteraan warga Kota Samarinda,” tegas legislator Komisi II tersebut.
Selain urusan pembangunan fisik, Sani juga menunjukkan kepeduliannya pada sektor kesehatan masyarakat. Di sela-sela agenda reses, ia memberikan bantuan makanan bergizi gratis sebagai langkah konkret mendukung pemerintah daerah.
“Saya ingin membantu Wali Kota dan Pemkot Samarinda dalam melawan stunting. Ini aksi nyata kita untuk masa depan dan kesehatan anak-anak kita,” pungkas Sani.(adv/zee/tw)
