DPRD Samarinda Apresiasi Penghargaan Kemendagri Atas Keberhasilan Kendalikan Inflasi
Foto : Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Iswandi.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Ketergantungan Kota Samarinda terhadap pasokan bahan pokok dari luar daerah menuntut pemerintah setempat untuk terus memantau laju inflasi secara ketat. Upaya konsisten Pemkot Samarinda tersebut kini membuahkan hasil dan mendapat apresiasi dari legislatif.

Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian Pemkot Samarinda yang berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai salah satu kota terbaik dalam pengendalian inflasi nasional.
Politikus PDI Perjuangan tersebut menilai, penghargaan ini merupakan buah dari sinergi dan kerja keras seluruh pemangku kepentingan yang secara konsisten menjaga stabilitas harga barang di pasar.
"Setiap bulan kami selalu menggelar rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Komisi II, OPD terkait, Bank Indonesia, Bulog, hingga BUMD. Selama ini capaian kinerja Samarinda memang sudah menunjukkan tren yang bagus," ujar Iswandi, Sabtu (16/5/2026).
Menurut Iswandi, Samarinda sebelumnya kerap menduduki posisi dua dan tiga dalam penilaian pengendalian inflasi di tingkat nasional. Oleh karena itu, penghargaan peringkat pertama yang diraih saat ini merupakan bonus atas konsistensi kerja di lapangan.
"Pernah saya sampaikan sebelumnya, jika berhasil mendapat juara satu, itu bonus. Hal yang paling krusial adalah bagaimana tetap konsisten menjaga inflasi, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak," tambahnya.
Secara khusus, ia berterima kasih kepada jajaran Pemkot Samarinda, Perumda Varia Niaga, Bulog, Bank Indonesia, serta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang terlibat dalam program stabilitas harga.
Menanggapi adanya insentif atau dana reward sekitar Rp3 miliar per kategori yang diterima Kota Samarinda dari pusat, Iswandi memandang dana tersebut harus dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, anggaran itu dapat dialokasikan untuk menunjang pembangunan kota atau memberikan stimulasi bagi pihak yang berkontribusi.
"Namanya hadiah, tentu sah-sah saja jika ingin diapresiasikan kembali kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi. Namun, dana ini juga bisa digunakan untuk pos pembangunan kota lainnya yang berdampak luas. Banyak manfaatnya," jelas Iswandi.
Sebagai informasi, selain sukses menyabet penghargaan di bidang pengendalian inflasi, dalam momentum yang sama Pemkot Samarinda juga menerima penghargaan dari Kemendagri untuk kategori Creative Financing (Pembiayaan Kreatif). (adv/zee/tw)
