Laga Tandang Rasa Final, Borneo FC Siap Tempur Kontra Bhayangkara FC
TITIKWARTA.COM - BANDAR LAMPUNG – Borneo FC Samarinda menunjukkan keseriusan tinggi menjelang laga krusial menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 7 Februari 2026, di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung ini dianggap sebagai partai hidup mati bagi skuat berjuluk Pesut Etam tersebut.
Ambisi untuk tetap berada di jalur persaingan papan atas klasemen membuat manajemen dan tim kepelatihan Borneo FC menanamkan mentalitas juara kepada seluruh pemain. Bagi mereka, setiap pertandingan yang tersisa di putaran kedua ini bukan lagi sekadar laga reguler, melainkan sebuah partai final yang harus dimenangkan demi mengamankan poin maksimal.
Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa timnya tidak akan memandang remeh kekuatan tuan rumah. Meski posisi klasemen kedua tim terpaut cukup jauh, juru taktik asal Brasil ini menilai Bhayangkara FC telah bertransformasi menjadi tim yang lebih solid dan berbahaya dibandingkan pada pertemuan pertama lalu.
"Kali ini, menurut saya mereka adalah tim yang berbeda. Benar, mereka baru saja meraih hasil positif saat melawan Malut. Saat pertemuan pertama lalu, meski kami menang tapi itu tidak mudah," ujar Fabio Lefundes dalam sesi keterangan persnya di Lampung.
Lefundes juga menyoroti pergerakan aktif Bhayangkara FC di bursa transfer yang berhasil mendatangkan sejumlah pemain berkualitas. Kehadiran amunisi baru di tubuh skuat The Guardian diprediksi akan menyulitkan langkah Borneo FC untuk mencuri poin di kandang lawan yang kini didukung penuh publik Lampung.
Walau menyadari tantangan berat yang menanti, optimisme tetap membara di dada Lefundes. Ia meyakini bahwa perubahan yang juga dilakukan di internal Borneo FC akan membawa dampak positif bagi performa kolektif tim saat melakoni laga tandang yang diprediksi berjalan dengan intensitas tinggi tersebut.
"Saya selalu optimistis, karena kalau tidak, saya tidak akan melatih lagi. Seperti mereka, kami juga banyak berubah dan berharap semoga semua pemain akan memberikan yang terbaik untuk pertandingan besok," tegas pelatih berusia 53 tahun itu dengan penuh keyakinan.
Kemenangan dalam laga ini menjadi harga mati bagi Borneo FC untuk terus menempel ketat pemuncak klasemen. Dengan semangat "setiap laga adalah final", Pesut Etam berharap dapat membawa pulang tiga poin ke Samarinda sekaligus membuktikan konsistensi mereka sebagai kandidat kuat juara musim ini.(yal/wan)
