Semarakkan Kemerdekaan, Dispar Kaltim Rancang Pengibaran Bendera di Bawah Laut Kutim
Hiu Tutul Jadi "Tamu Istimewa"
Foto : Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Mohammad Faisal.
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Upacara kemerdekaan di Kalimantan Timur tak melulu harus berlangsung di lapangan. Tahun ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyiapkan cara berbeda untuk merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia: mengibarkan Sang Merah Putih dari bawah laut Pulau Miang, Kutai Timur.
Yang membuat rencana itu tidak biasa, Dinas Pariwisata Kaltim berharap pengibaran bendera tersebut dapat berlangsung bersama hiu paus atau hiu tutul yang menjadi salah satu daya tarik bawah laut Pulau Miang.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Mohammad Faisal mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar atraksi untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan. Pemerintah ingin menjadikannya sebagai bagian dari strategi promosi destinasi wisata Kaltim ke tingkat nasional.
“Ini bukan gaya-gayaan. Ini berhubungan dengan pariwisata dan untuk promosi pariwisata,” kata Faisal saat konperensi pers di Kantor Pariwisata Kaltim, Selasa (11/08/26).
Menurut dia, Pulau Miang dipilih karena memiliki karakter wisata bahari yang kuat. Perairannya dikenal jernih dan memungkinkan wisatawan menikmati terumbu karang serta beragam biota laut, baik dari permukaan maupun melalui aktivitas snorkeling dan scuba diving.
Namun ada satu penghuni laut yang ingin dijadikan bagian paling menarik dari kegiatan tersebut: hiu paus.
Faisal mengatakan perairan Pulau Miang menjadi salah satu lokasi yang dapat digunakan untuk menjumpai hiu paus (Rhincodon typus), yang oleh masyarakat setempat juga dikenal sebagai hiu tutul atau ikan burinti.
“Yang spesialnya adalah menaikkan bendera bersama hiu tutul, hiu paus istilahnya di sana,” ujarnya.
Dinas Pariwisata Kaltim mencatat keberadaan sekitar enam hingga tujuh ekor hiu paus di kawasan tersebut. Kehadiran satwa laut berukuran raksasa namun dikenal relatif jinak itu menjadi modal penting untuk mengangkat Pulau Miang sebagai destinasi wisata bahari.
Bagi Faisal, keberadaan hiu paus bukan sekadar fenomena alam. Jika dikemas secara tepat satwa tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan Pulau Miang sekaligus wajah pariwisata Kaltim kepada publik yang lebih luas.
“Pertama promosi Kaltim, kedua promosi Pulau Miang sebagai salah satu destinasi wisata. Yang kedua, promosi bahwa di Pulau Miang juga ada hiu tutul yang bagus,” katanya.
Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi konservasi dan wisata bahari Kaltim. Apalagi menurut dia, keberadaan hiu paus di Pulau Miang masih belum banyak diketahui masyarakat di luar daerah.(yal/tw)
