Soroti LPJU Padam, Komisi III DPRD Samarinda Desak Perbaikan Cepat Tanpa Menunggu Program Tahun Depan

Kondisi Jalan S. Parman yang minim penerangan akibat LPJU tidak berfungsi.

TITIKWARTA.COM  - SAMARINDA - Penerangan Jalan Umum (LPJU) di sejumlah ruas jalan utama Kota Samarinda yang tak kunjung menyala memicu perhatian serius DPRD Samarinda. Lembaga legislatif tersebut mendesak instansi terkait untuk segera melakukan tindakan nyata tanpa perlu menunggu realisasi program jangka panjang.

Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Jasno, menegaskan bahwa penanganan LPJU padam merupakan bagian dari pelayanan dasar keselamatan masyarakat yang harus diprioritaskan. Berdasarkan aduan warga yang masuk ke dewan, beberapa titik penerangan bahkan dibiarkan gelap hingga mendekati satu bulan.


“Masyarakat sudah lama mengeluhkan hal ini kepada kami. Ada beberapa titik lampu yang mati bukan sehari dua hari, bahkan ada yang hampir satu bulan belum ada penanganan,” ujar Jasno saat memberikan keterangan di gedung parlemen.

 

Jasno memaparkan bahwa kondisi jalan yang minim penerangan tersebut ditemukan di kawasan strategis dan padat lalu lintas, seperti Jalan S Parman, Jalan Pahlawan, hingga Jalan Dr Sutomo. Laporan serupa juga diterima dari wilayah Kecamatan Palaran.


Menurutnya, pengawasan dan pemeliharaan rutin (maintenance) adalah kunci utama keberlanjutan fasilitas umum. Permasalahan teknis seperti ketersediaan suku cadang atau armada operasional tidak boleh menjadi alasan melambatnya respons pemerintah daerah di lapangan.


“Di tengah kota saja belum tertangani dengan baik, apalagi kawasan pinggiran. Mestinya langsung diperbaiki, apakah lampunya konsleting atau ada kendala teknis lain, dinas terkait harus segera cross-check,” tegas politisi tersebut.

 

Menanggapi rencana pelaksanaan program Samarinda Terang yang dijadwalkan berjalan pada tahun anggaran mendatang, DPRD Samarinda mengingatkan agar program tersebut tidak menyampingkan perbaikan fasilitas yang ada saat ini. Pemeliharaan fasilitas existing dinilai sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur baru.


“Kalau alasannya tunggu program Samarinda Terang tahun depan, tidak perlu menunda. Lampu yang sudah ada dan rusak saat ini saja yang langsung diperbaiki,” pungkas Jasno. (adv/zee/tw)