Dispora Kaltim Dorong Sarana Panjat Tebing Berstandar Dunia

Foto: ilustrasi papan panjat tebing.(Istimewa)

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menargetkan pembangunan sarana panjat tebing yang mengacu pada standar internasional guna mendukung prestasi atlet di level global.

 

 

Koordinator Perencanaan Dispora Kaltim, Ahmad Juanda, menyampaikan bahwa keberadaan fasilitas yang sesuai standar dunia merupakan kebutuhan mendasar, bukan sekadar pelengkap.

 

“Fasilitas yang tidak memenuhi standar bisa menjadi kendala bagi atlet untuk mencatatkan rekor yang diakui secara internasional. Ini tentu berdampak langsung pada karier mereka,” jelas Juanda, Senin (26/5/2025).

 

Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam pembangunan infrastruktur olahraga, khususnya untuk panjat tebing, mengingat atlet Indonesia kini sudah berlaga di Olimpiade dan berbagai ajang internasional.

 

Juanda juga menyebut, Kaltim harus lebih proaktif dalam menghadirkan venue olahraga yang tak hanya menunjang latihan, tetapi juga bisa menjadi tempat digelarnya kompetisi nasional maupun internasional.

 

“Kalau kita bisa menyediakan fasilitas yang berkualitas, atlet dari luar daerah pun akan tertarik datang dan bertanding di sini. Itu akan memberi nilai tambah dan mengangkat nama Kalimantan Timur di kancah olahraga,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, Juanda menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan. Ia menilai bahwa pengadaan sarana olahraga bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal perawatan dan pemanfaatan jangka panjang.

 

“Fasilitas harus benar-benar fungsional dan terawat. Ini butuh kerja sama lintas sektor, termasuk peran aktif komunitas panjat tebing,” ujarnya.

 

Menurutnya, keberadaan fasilitas yang memadai juga bisa menjadi pemantik semangat generasi muda untuk terjun ke dunia panjat tebing, cabang olahraga yang membutuhkan fisik kuat serta mental tangguh.

 

Dengan dukungan infrastruktur yang representatif, Dispora Kaltim optimistis proses regenerasi atlet akan berjalan lebih baik dan budaya olahraga bisa semakin mengakar di masyarakat.

 

“Visi kita jelas, menjadikan Kaltim sebagai pusat pengembangan atlet panjat tebing yang berprestasi, bukan hanya tempat singgah dalam kompetisi,” tutup Juanda.(adv/yhon/wan)