Faperta Unmul jadi Tuan Rumah FKPTPI

Hadapi Tantangan Pangan Masa Depan

TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Upaya dalam mengatasi berbagai masalah ketahan pangan di Indonesia, Universitas Mulawarman (Unmul) melalui Fakultas Pertanian (Faperta) menjadi tuan rumah agenda Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI). Agenda yang dirangkai dengan acara International conference on tropical agrifoof, feed dan fuel di buka secara resmi oleh Sekretaris daerah Kota Samarinda Hero Mardanus Satyawan tersebut berlangsung di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (9/10). 


Rektor Universitas Mulawarman Samarinda, Prof Dr Ir H Abdunnur menyampaikan apresiasinya atas kegiatan FKPTPI yang dilaksanakan melalui Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. “Kita bangga menjadi tuan rumah dengan partisipasi dari 140 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta,” katanya. 


“Harapannya melalui kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun sektor pertanian Indonesia menuju kemandirian pangan, energi, air, serta pertumbuhan ekonomi pertanian yang hebat menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.


Selain itu, Dekan Fakultas Pertanian Unmul, Prof Dr Ir H Rusdiansyah, mengungkapkan harapannya terkait perkembangan sektor pertanian, khususnya di Kaltim. Menurutnya, mahasiswa harus lebih aktif terlibat dalam memajukan pertanian Indonesia. “Kondisi pertanian saat ini membutuhkan keterlibatan aktif, bukan hanya berdiri dan melihat. Kita harus terjun langsung untuk memajukan sektor pertanian, terlebih dengan Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur,” ucapnya. 


Ia menekankan pentingnya menyiapkan kebutuhan pangan, mengingat saat ini Kalimantan Timur baru memenuhi 30 persen dari kebutuhannya.


Lebih lanjut, Rusdiansyah berharap melalui kegiatan FKPTPI, proses akreditasi perguruan tinggi pertanian bisa dipercepat. Menurutnya, dengan akreditasi yang lebih baik, dapat  mendorong pemerataan penerimaan mahasiswa. “Kami ingin anak-anak Kaltim tetap berkuliah di daerahnya dan ikut membangun wilayah yang memiliki tantangan dan spesifikasi khusus di bidang pertanian,” pungkasnya.


Sementara itu, Sekjend FKPTPI, Prof Dr Ir Ahmad Muslim, menekankan pentingnya mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul melalui riset dan inovasi teknologi. Menurutnya, pengembangan SDM yang berkualitas akan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan. 


Dia menyoroti potensi besar lahan rawa yang luas di Indonesia. Dengan pemanfaatan teknologi modern seperti smart farming, digitalisasi, dan pertanian presisi, ia meyakini bahwa produksi pangan dapat ditingkatkan secara signifikan. “Teknologi ini tidak hanya membantu optimalisasi lahan, tetapi juga dapat mencegah terjadinya krisis pangan di masa depan. Jika diterapkan dengan tepat, Indonesia dapat menjadi negara yang mandiri dalam hal pangan,” punkasnya. 


Di sisi lain, Penasehat FKPTPI, Prof Dr Ir Suntoro Wongso Atmojo,  menekankan bahwa sektor pertanian harus menjadi fokus utama pembangunan, mengingat peningkatan jumlah penduduk yang pesat. “Jika kita tidak meningkatkan produksi pertanian, kita akan bergantung pada impor. Sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk mencapai ketahanan pangan,” tuturnya.


Ketua Pokja Ahli Pangan Kaltim sekaligus Wakil Dekan I, Prof Bernatal Saragih menyatakan untuk memperkuat ketahanan pangan di IKN. Dengan pola reshaping program untuk masa depan antara lain regenerasi petani, urban farming untuk penyangga pangan di IKN dan pertanian cirticular serta membangun food logistik yang andal.


Sementara itu, Ketua Panitia FKPTI, Dr Denny Sumarna, menyatakan bahwa Fakultas Pertanian Unmul sebagai tuan rumah merasa bangga atas kelancaran penyelenggaraan. “Kegiatan rutin FKPTPI ini berlangsung dengan sukses, dan kami berterima kasih atas dukungan dari semua pihak yang terlibat,” ujarnya.


Seminar hari ini bertajuk “Reshaping the Future of Food Security in New Capital Nusantara through Advanced and Sustainable Agriculture”. Diharapkan lewat seminar ini memberikan rekomendasi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Indonesia serta memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi di bidang pertanian. “Setelah acara ini kita mengadakan agenda wisata susur sungai Mahakam dan wisata ke IKN, sekalian ajang diskusi dan silaturahmi,” tutupnya.(yal/wan)