Komisi IV DPRD Samarinda Bersinergi Atasi Kekurangan Guru
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA – DPRD Samarinda terus mendorong kenaikan gaji guru, meski memiliki kendala berupa kemampuan keuangan daerah yang terbatas.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan bahwa persoalan upah guru tidak hanya terjadi di Samarinda, namun juga menjadi persoalan di seluruh daerah di Indonesia.
“Kami terus berupaya mendorong pihak berwenang untuk menaikkan gaji dan kesejahteraan para tenaga pengajar di Kota Tepian,” ujar Puji, Selasa (14/11/23).
Ia menambahkan, anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN sudah termasuk dari gaji dan tunjangan guru. Namun, anggaran tersebut masih belum mencukupi untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
“Kami berharap pemerintah pusat dapat memberikan bantuan tambahan untuk meningkatkan gaji guru,” ujar Puji.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda, Asli Nuryadin, membenarkan jika Samarinda saat ini kekurangan guru yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Sekarang ini Samarinda kekurangan guru sebanyak 1680 dan jumlah tenaga honorer sebanyak 1132. Jika dikalkulasikan masih ada 549 guru yang harus merangkap,” kata Asli.
Akibatnya, ratusan guru tersebut harus merangkap banyak tugas mengajar.
“Dikarenakan ketidakmampuan mengangkat guru yang bergaji sekitar Rp 500 ribu rupiah,” ucap Asli.
“Kami akan memberikan pelatihan dan sertifikasi kepada tenaga honorer agar mereka dapat diangkat menjadi guru PNS,” ujar Asli. (adv/wan)
