Pelayanan Air Bersih di Samarinda Wajib Ditingkatkan
Foto Anhar, Anggota Komisi III DPRD Samarinda
TITIKWARTA.COM - SAMARINDA - Sebagai ibu kota provinsi, Samarinda rupanya masih belum lepas dari masalah infrastruktur dasar. Salah satunya adalah penyediaan air bersih yang belum seluruhnya mencakup warga Kota Tepian. Perihal ini jadi sorotan anggota Komisi III DPRD Samarinda, Anhar dan meminta Pemkot bisa meningkatkan pelayanan air bersih.

Menurut Anhar, minimnya pelayanan air bersih tidak hanya terjadi pada kawasan pinggir kota saja. Pada pusat kota pun masih kerap ditemui kendala kurangnya pasokan air bersih, bahkan tidak tersambung aliran sama sekali. Sebagai contoh adalah warga di Gang Mario Jalan DI Panjaitan Samarinda. "Kabarnya warga di sana sudah 16 tahun belum menikmati aliran air bersih. Ini sungguh miris," ujar Anhar.
Politikus PDIP ini menilai, dengan meningkatnya APBD Samarinda seharusnya pemkot bisa mendorong pembangunan untuk infrastruktur dasar terlebih dahulu. Sebab pelayanan air bersih menurutnya jadi salah satu pembangunan yang utama bagi warga kota. "Jadi tidak nyaman rasanya di tengah maraknya pembangunan kota, namun masih ada warga yang tidak teraliri air bersih," imbuhnya.
Bakal jauh lebih bermanfaat menurut Anhar, jika Pemkot Samarinda menambah kapasitas produksi PDAM Tirta Kencana. Sehingga bisa menambah cakupan layanan air bersih pada warga kota. Apalagi mengingat untuk bahan baku air bersih, Samarinda jauh dari kata kurang. "Kota kita dibelah Sungai Mahakam yang airnya cukup melimpah. Seharusnya warga kotanya juga tidak kesulitan air bersih," tuturnya.
Kemudian ia berharap PDAM bisa terus memaksimalkan kinerjanya. Lantaran selain masih ada wilayah yang belum tersentuh pelayanan air bersih. Banyak juga warga yang mengeluh kualitas air produksi PDAM yang keruh. Serta bisa menyentuh masyarakat di pinggiran kota.
"Karena air bersih ini menjadi kebutuhan pokok utama masyarakat, dan kesejahteraan masyarakat itu harus jadi prioritas," tandasnya.(adv/zee)
